Skip to main content

Posts

Bagaimana jika tiba-tiba mood menulis hilang?

Proses penyelesaian karyamu mungkin akan memawan waktu lama, terlebih lagi jika itu dalam bentuk novel. Maka dari itu, kamu harus bisa menjaga kesabaran dan mood menulis. Tapi bagaimana jika mood menulismu mendadak hilang? Tidak perlu panik dulu. Mood (suasana hati) untuk menulis memang sangat berharga bagi seorang pengarang. Semua penulis barangkali pernah mengalami saat-saat mood hilang. Kadang begitu banyak ide datang meminta digarap, tetapi gairah untuk menulis tak ada, lenyap entah ke mana. Menulis menjadi susah, hati menjadi gelisah, pikiran buntu, dan ini merupakan hal yang paling menyedihkan bagi seorang penulis. Sayangnya mood bukan berupa barang yang bisa kita beli di toko kelontong. Untuk bisa tetap produktif dan menyelesakan karya sesuia deadline yang kita tetapkan, maka mood harus terus dijaga. Berikut adalah beberapa cara untuk menjaga dan memancing mood menulis : Pertama, berkumpullan dengan orang-orang yang punya minat menulis seperti kamu, atau lebih baik lagi j...

Kiat Menulis Fiksi Sains: Tahap Pengerjaan

Sekaralanglah waktunya kamu menulis! Ya, menulis! Hanya dengan menulis, bukan berangan-angan, karya fiksi sainsmu akan benar-benar selesai. Bukankah kamu sudah memiliki ide untuk ceritamu? Jika masih bingung harus mengawali dari mana, barangkali kamu perlu membuat draf untuk ceritamu. Jika kamu ingin menulis novel, draf bisa berisi catatan singkat mengenai alur cerita yang akan kamu buat; bisa satu kalimat perbagian atau beberapa kalimat perbagian. Alur adalah rangkain peristiwa dari awal hingga akhir cerita. Alur bisa dibuat maju, kilas balik (flash-back), maju-mundur, atau dimulai dari akhir cerita kemudian kembali ke awal. Secara umum, alur dalam prosa fiksi terbagi dalam tiga bagian, yakni bagian awal, tengah, dan akhir. Agar pembaca tertarik membaca karyamu dari awal sampai akhir, maka buatlah alur yang menggugah rasa ingin tahu (suspense) dan berilah kejutan-kejutan di tiap bagiannya. Berikut adalah contoh draf novel Laskar Pelangi. Cukup dengan satu kalimat: Bagian 1: Hari pert...

Kiat Menulis Fiksi Sains: Menentukan Deadlien

Katakanlah kamu sudah rajin membaca buku dan mengamati fenomena-fenomena di sekitarmu. Kamu juga sudah sering berlatih mengembangkan imajinasimu, hingga kemudian terbersit dalam pikiranmu sebuah ide. Ide itu kemudian berhasil kamu kembangkan, hingga kamu mengetahui tema dan subgenri untuk fiksi sains yang akan ditulis. Intinya, bekal persiapanmu sudah siap—meski nanti di tengah penggarapan tulisanmu, bisa jadi kamu akan membutuhkan referensi tertentu yang sebelumnya tidak kamu bayangkan. Maka, yang penting untuk kamu lakukan selanjutnya adalah menentukan deadline (batas waktu). Kenapa deadline ini penting? Sebab dengan menentukan deadline, menunjukkan keseriusanmu dalam menulis. Jika kamu tidak memberikan batas waktu untuk menyelesaikan karyamu, maka bisa jadi sesuka hati dan pelan-pelan kamu akan melupakan rencanamu. Mengenai berapa lamanya waktu dibutuhkan untuk merampungkan karyamu, kamu sendiri yang lebih tahu. Tentunya disesuaikan dengan kemampuan dan aktivitas harianmu. Untuk sa...

Latihan Mengembangkan Imajinasi Saintifik

Untuk bisa menulis fiksi sains, paling tidak kamu mesti memiliki imajinasi yang kuat. Sebagaimana tubuh kita, imajinasi juga harus dilatih untuk meningkatkan kekuatannya. Imajinasi bagi seorang penulis ibarat sebuah bengkel bagi semua gagasan manusia, dan semua gagasan besar yang menguntungkan diperoleh dari bengkel ini. Jika bengkel ini tidak berfungsi dengan baik, maka gagasan yang dihasilkan juga kurang berkualitas. Konsekuensinya, ide yang tidak berkualitas akan menghasilkan keuntungan yang lebih rendah. (Sharma, 2008: 56) Untuk melatih daya imajinasi sebagai modal menulis fiksi sains, maka kita perlu untuk membiasakan memikirkan sesuatu yang seolah-olah tidak mungkin terjadi. Ketidakmungkinan ini akan membawa kita untuk mengimajinasikan apa saja. Menurut Einstein, Imajinasi lebih dari sekadar ilmu pasti. Artinya, imajinasi justru melampaui sesuatu yang sudah pasti atau ketidakmungkinan. Imajinasi justru berusaha menghadirkan sesuatu yang orang lain banyak menganggapnya tida...

Kiat Menulis Fiksi Sains: Tahap Pencarian Ide

“Apa yang akan saya tulis?” Pertanyaan itu menyangkut modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang penulis, yaitu ide, gagasan, atau inspirasi.   Sebenarnya kita bisa mendapatkan ide dengan mudah jika kita memiliki kepekaan rasa. Caranya, jangan biarkan buku yang kamu baca dan fenomena yang terjadi di sekitar kita berlalu begitu saja. Tetapi cobalah untuk merenungi dan memandangnya dengan cara pandang yang tidak dipikirkan oleh orang kebanyakan. Suatu ketika misalnya kamu melihat tetanggamu membuang sampah di sungai di depan rumahmu. Fenomena tersebut bisa kamu renungkan dan kamu olah untuk kemudian dijadikan inspirasi menulis. Misalnya, kamu yang sudah tahu tentang bahaya pencemaran lingkungan lalu membayangkan kehidupan orang-orang yang sehari-harinya menggunakan air sungai untuk keperluan hidupnya. Kamu juga membayangkan keadaan sungai itu sepuluh tahun ke depan, dan seterusnya. Menulis sastra adalah menulis rasa yang muncul setelah diri kita terusik oleh sesuatu atau kejadian ...

Kiat Menulis Fiksi Sains: Tahap Persiapan

Berikut adalah kiat menulis fiksi sains lengkap, dari tahap ke tahap. Siapapun pasti bisa. Ayo dicoba 1. Banyak-banyaklah Membaca Membaca sengaja diletakkan pada nomor pertama tahap persiapan ini. kenapa? Sebab pada hakikatnya, menulis adalah mengungkapkan pikiran dan perasaan. Dan membaca merupakan cara kita untuk memperkaya pengetahuan dan melatih rasa kepekaan. Selain itu, bukankah modal dasar dari menulis adalah kosa kata. Maka, membaca akan sangat mempengaruhi penguasaan kata dan kekayaan bahasa yang dimiliki seorang penulis. Semakin banyak buku yang dibaca, maka kita akan semakin kaya dengan kosa kata. Jika kamu merasa sudah banyak menulis tetapi tulisanmu masih kurang baik, maka kamu perlu bertanya pada dirimu sendiri, “Apakah selama ini saya sudah rajin membaca?” Banyak bukti-bukati nyata, bahwa penulis yang karyanya baik, pastilah ia adalah juga seorang yang pembaca buku yang tekun. Lantas, kamu mungkin bertanya, “Buku-buku apa yang harus saya baca sebagai persiapan menulis ...

LANGKAH MUDAH MENULIS FIKSI SAINS

Jika seseorang merasa bahwa mereka tidak pernah melakukan kesalahan selama hidupnya, maka sebenarnya mereka tidak pernah mencoba hal-hal baru dalam hidupnya. ~Albert Einstein, 1879-1955, Sudah banyak buku praktis tentang penulisan kreatif—meskipun belum ditemukan yang secara spesifik menyampaikan tentang penulisan fiksi sains. Arswendo Atmowiloto menulis buku Mengarang itu Gampang (1983), disusul Muhammad Diponegoro dengan buku Yuk Nulis Cerpen (1985), kemudian banyak bermunculan buku-buku dengan tema serupa. Di antaranya buku yang ditulis Hernowo Quantum Writing: Cara Cepat Nan Bermanfaat Untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis (2004), As. Laksana dengan buku Creative Writing: Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel (2005), Joni Ariadinata dengan buku Aku Bisa Nulis Cerpen #1 dan #2 (2008) dan puluhan buku serupa dengan pengarang yang berbeda. Meski mengangkat tema yang kurang lebih sama, tetapi buku-buku tersebut memiliki ciri khas tersendiri. Tentang kesamaan tema, sebenarnya ...