Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kiat membaca fiksi sains

Kian Membaca Fiksi Sains yang Lainnya

1. Memberi garis bawah atau memberi stabilo Cara ini hanya berlaku jika buku yang sedang kamu baca adalah milikmu sendiri. Tidak ada salahnya, memberi garis bawah atau stabilo untuk menandai hal-hal menarik dan penting. Gunanya, selain untuk memudahkan kita mengingatnya, juga memudahkan kita mencari hal-hal penting jika sewaktu-waktu kita membutuhkannya. 2.Sempatkan melihat kamus atau lihat glosarium Untuk lebih memahami kata-kata ilmiah yang masih asing, maka tidak ada salahnya kamu berhenti membaca sejenak. Jika di dalam novel disertai catatan kaki atau glosarium, bacalah dengan seksama arti kata tersebut.  Jika tidak ada keterangan tentang kata-kata asing tersebut, maka sempatkan lihat kamus ilmiah untuk mengetahui artinya dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Dan kalau kebetulan kamu tidak sedang berdekatan dengan kamus, tulislah istilah-istilah yang menurutmu masih asing tersebut di buku catatanmu, dengan tekad nanti akan mencari tahu artinya. 3. Selidiki kebenaran Tidak mas...

Membuat Mind Map Bacaan Fiksi Sains

Selain dikenal ampuh untuk menggali informasi dari dalam dan di luar otak kita, mind map dikenal pula sebagai metode baru untuk mendapatkan ide, dan membat catatan yang tidak membosankan. Mengapa mind map ampuh? Tony Buzan (2007: 6) menerangkan, bahwa  mind map membuat kita tetap fokus kepada ide utama dan semua ide tambahan lainnya. Mind map membuat kita menggunakan kedua belah otak sehingga kita justru kecanduan belajar, kecanduan membaca. Cara membuat mind map fiksi sains yang kita baca adalah sebagai berikut: Gunakan selembar kertas kosong dan beberapa pulpen berwarna.  Tulislah judul buku dan babnya, lalu gabarkanlah  di tengah-tengah kertas. Hal ini akan merangkum isi buku itu. Misal, novel Laskar Pelangi Bab I: Sepuluh Murid Baru. Tarik garis dari gambar pusat tadi. Garis-garis ini diperuntukkan bagi sub-topikmu—elemen-elemen utama yang membangun seluruh cerita dari fiksi yang dibaca. Gunakanlah peta periksa (Apa-Dimana-Kapan-Siapa-Mengapa) untuk membantumu. ...

Hal-hal Penting Sebelum Diketahui Sebelum Membaca Fiksi Sains

Namun demikian, kita tahu, genre fiksi sains berbeda dengan fiksi pada umumnya. Unsur-unsur ilmiah di dalam fiksi sains adalah salah satu hal yang membedakan genre fiksi ini. Maka, supaya kita lebih bisa menikmati, menghayati, dan pengetahuan yang terkandung dalam fiksi sains lebih membekas, ada beberapa hal penting yang mesti diketahui: 1.  Kenali dulu buku yang akan kamu baca. Sebelum kamu mulai membaca, kenali terlebih dulu buku tersebut, dari mulai judul, pengarang, penerbit, juga ringkasan dan tanggapan atas buku yang biasanya tertulis di sampul. Biasanya, pengarang fiksi sains yang baik adalah orang yang memiliki latar belakang sesuai dengan bidangnya, atau hobinya dalam bidang tertentu. Andrea Hirata, meskipun ia adalah seorang Master Ekonomi, tetapi ia menyukai dan sangat menguasai sains (fisika, biologi, georafi, dll) sehingga keilmuannya tersebut sangat mendukung pada karya-karyanya. Tanggapan atas buku dari para tokoh atau yang dikenal dengan istilah endorsment biasanya...

Bagaimana Membaca yang Efektif

Nah! kamu sudah merubah cara pandangmu terhadap buku ‘kan?  Jika belum, saya sarankan untuk rehat sejenak dan tanyakan kepada teman-teman atau orang-orang di sekitarmu yang mencintai buku. Sekarang (saat kamu membaca ini) kamu telah berkarib dengan buku dan menganggapnya sebagai makanan yang sangat dibutuhkan bagi ruhani. Mohon kamu tidak perlu lagi untuk membeda-bedakan buku tertentu. Kiranya lebih baik kamu mencintai semua jenis buku ketimbang hanya buku-buku tertentu saja. Termasuk buku-buku fiksi sains, tidak tepat jika kamu menganggapnya sebagai buku-buku yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang pintar. Jangan kamu menyangka bahwa buku fiksi sains itu rumit atau hanya membikin pusing hingga kamu lebih memilih novel-novel percintaan saja. Sebagian orang mungkin mengangap bahwa fiksi sains hanya berisi cerita-cerita asing, teknologi-teknologi yang tidak masuk akal, alien-alien yang aneh, dan lain sebagainya. Anggapan tersebut boleh saja, meski bersifat memojokkan dan tidak il...

Kiat Menumbuhkan Sikap Membaca

Perlu diketahui bahwa membaca juga membutuhkan sikap yang baik. Membaca tidak boleh asal-asalan jika tidak ingin apa yang kita baca menjadi angin lalu. Untuk menumbuhkan sikap sewaktu membaca, Hernowo (2001: 68) telah merumuskannya dengan baik: 1. Sabar. Kesabaran diperlukan saat membaca karena bila tergesa-gesa dalam memaknai suatu gagasan, bisa jadi kesimpulannya salah. 2.Telaten. Ketelatenan memungut makna-makna yang tersebar di sepanjang halaman buku kemudian mengumpulkannya dan menghimpunnya amat diperlukan karena kalau tidak telaten akan banyak gagasan yang menguap dan bersembunyi kembali. 3.Tekun. Ketekunan diperlukan untuk membantu kita menyisir himpunan kata, kalimat, alinea, bab, dan bagian demi bagian yang menyimpan gagasan pokok dan penting untuk diperhatikan.  4. Gigih. Kegigihan akan mendorong kamu agar tidak sekali baca sudah ‘mati’. Artinya kamu bisa jadi perlu mengulang pembacaan hingga lebih dari sekali.  5. Sungguh-sungguh. Kesungguhan dalam menemukan mak...

Menumbuhkan Minat dan Sikap Membaca

Dengan kecerdasan jiwalah manusia menuju arah kesejahteraan. ~Ki Hajar Dewantara, 1889-1959 Kita tidak pernah bisa memastikan berapa jumlah buku, kalimat, dan kata yang sudah kita baca sejak kita terlahir ke dunia. Dan berapakah yang dapat kita ingat dengan baik? Mungkin tidak banyak. Tetapi percayalah, bahwa apa yang kita baca (buku, koran, papan iklan, dll) disadari atau tidak, telah memberikan pengaruh pada diri kita, baik itu sikap, prilaku, maupun wawasan dan pikiran kita. Seorang pelajar, seorang yang mengaku mencintai ilmu, dan seorang ingin maju, syarat utamanya adalah gemar membaca. Untuk itu, jika saat ini membaca belum menjadi menjadi kebiasaanmu, harus ada upaya untuk merubahnya. Lalu bagaimana cara merubahnya? Apakah ada kiat untuk menumbuhkan minat supaya gemar membaca? Soal minat membaca mestinya memang diarahkan sejak kecil, dan itu menjadi tugas orangtua dan guru kita dulu. Tetapi, dalam kamus hidup kita, tidak ada kata terlambat. Seorang remaja, yang tadinya alergi d...